Pertanyaan

 

Pertanyaan

Sampaikan pertanyaan menganai kesulitan belajarmu kepada tim narasumber yang kompeten. Kamu harus login JSS terlebih dahulu untuk mengajukan pertanyaan, klik di sini untuk login JSS

 
13 Maret 2017
Gregorius gusti bagus
Bahasa Indonesia Kelas 6

Bu dalam penulisan" sekolah memiliki seperangkat gamelan ,saron, kendang , gendang , dan ketuk kempyang " tanda titik dua : diletakkan di mana ?

Bu dalam penulisan 'sekolah memiliki seperangkat gamelan, saron, kendang, gendang, dan ketuk kempyang' tanda titik dua : diletakkan di mana?

Ananda Gusti Bagus di meja belaja,

Ibu coba jawab ya, 

Sekolah memiliki seperangkat gamelan : saron, kendang, gendang, dan ketuk kempyang.

jadi tanda titik dua (:) diletakkan setelah kata gamelan

 


SRI KUSWANDANI 14 Maret 2017 0:0

13 Maret 2017
Tressya
Bahasa Indonesia Kelas 9

Bu Yurin, kalau sebelum kata karena, meskipun, dan melainkan dikasih koma gak bu?

Adik Tressya yang cantik, selamat datang di KBS.

Apabila 'karena'di awal sebagai anak kalimat mendahului induk kalimat menggunakan tanda koma. Apabila 'karena' sebagai anak kalimat di belakang induk kalimat tidak diberi tanda koma.

Contoh:

Karena Ibu sedang sakit, saya tidak bisa datang ke pesta itu.

Saya tidak bisa datang ke pesta itu karena ibu sedang sakit. 

Kata tetapi, meskipun, melainkan sebagai penghubung pertentangan sebelumnya diberi tanda koma.

Contoh:

Bukan Johan yang mengambil uang itu, melainkan Jontor.

Demikian jawaban dari Ibu semoga Adik Tressya paham. Sukses UNBK!


Dra. Yurin Gagarin 13 Maret 2017 0:0

10 Maret 2017
Heni
Bahasa Indonesia Kelas 9

Bu Yurin, kalimat majemuk itu bagaimana dan seperti apa?

Adik Heni yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah pergi ke kantor ketika adik sedang makan pagi.

Demikian keterangan dari Ibu semoga Heni paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Dra. Yurin Gagarin 13 Maret 2017 0:0

10 Maret 2017
auratmc
Bahasa Indonesia Kelas 9

Bu Yurin mau tanya tentang frase kalimat dan kalimat majemuk

Adik Aurat M.C. yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah bercerita bahwa nenek pergi ke Singapura kemarin.

Yang dimaksud frase adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak predikatif.

Contoh: 

         tua muda

         sedang makan

Demikian keterangan dari Ibu semoga Aurat M.C. paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Dra. Yurin Gagarin 13 Maret 2017 0:0

10 Maret 2017
Aullia maharani dewi
Bahasa Indonesia Kelas 9

Maksudnya kalimat majemuk itu gmna bu,contohnya..makasih bu.bu Yurin Gagarin

Adik Aullia Maharani Dewi yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah bercerita bahwa nenek pergi ke Singapura kemarin.

Demikian keterangan dari Ibu semoga Aulia paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Dra. Yurin Gagarin 13 Maret 2017 0:0

10 Maret 2017
Aullia maharani dewi
Bahasa Indonesia Kelas 9

Maksudnya kalimat majemuk itu gmna bu,contohnya..makasih bu

Adik Aullia Maharani Dewi yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah bercerita bahwa nenek pergi ke Singapura kemarin.

Demikian keterangan dari Ibu semoga Aulia paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Dra. Yurin Gagarin 13 Maret 2017 0:0

9 Maret 2017
Nabila
Bahasa Indonesia Kelas 9

Mengapa jeruk bali penulisannya kecil padahal jeruk ya besar

Adik Nabila Cantik,

perlu diketahui bahwa huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital dan dapat disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya.

Contoh:

Ibu menjual jeruk seperti, jeruk bali, jeruk siam, dan jeruk keprok.

Demikian jawaban dari Ibu, semoga paham. Sukses UNBK!


Dra. Yurin Gagarin 10 Maret 2017 0:0

9 Maret 2017
Naila
Bahasa Indonesia Kelas 9

Bu yurin mau tanya, tolong jelaskan penggunaan tanda baca (-) terimakasih

Adik Naila yang cantik, penulisan yang betul Bu Yurin.

Penggunaan tanda hubung (-)

1.  Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.

 Contoh:

          Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-           put laut. 

2. Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

Contoh:         21-04-1964  

                     m-a-t-a-h-a-r-i

3. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

Contoh:

            berulang-ulang

4. Tanda hubung dipakai untukmemperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.

Contoh:

            ber-evolusi

            mesin hitung-tangan

5. Tanda hubung dipakai untuk merangka

a.  se-dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa);

b. ke- dengan angka (peringkat ke-2);

c. angka dengan -an (tahun 1960-an);

d. kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital(hari-H, sinar-X);

e. kata dengan kata ganti Tuhan(ciptaan-Nya,rahmat-Mu)

f. huruf dan angka (D-3, S-1);

g. kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-ku, SIM-mu, STNK-nya).

Catatan:

Tanda hbung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.

Contoh: 

          P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)

LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan   Profesi Indonesia)

6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

Contoh :

            di-sowan-i  (bahasa Jawa 'didatangi')

            di-back up

7. Tanda hubung dipakai untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Contoh:

            Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.

Demikian jawaban dari Ibu, mudah-mudahan Adik Naila paham. Sukses UNBK!

        

 

 

                                                    

          

 


Dra. Yurin Gagarin 10 Maret 2017 0:0

9 Maret 2017
Eine
Bahasa Indonesia Kelas 9

Bu Yurin. Nilai adat atau nilai budaya itu yang bagaimana?

Adik Eine yang cantik yang dimaksud nilai adat atau nilai budaya adalah tatacara atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya secara turun temurun.

Contoh:

Waktu peringatan 1000 hari orang meninggal dunia. Sejak dulu sampai sekarang masih dilakukan orang, meskipun tidak ada tuntunan.

Demikian keterangan dari Ibu, semoga dapat menjadi bekal mengerjakan UNBK. Sukses UNBK! 


Dra. Yurin Gagarin 10 Maret 2017 0:0

8 Maret 2017
Utsman
Bahasa Indonesia Kelas 9

Bu yurin, tolong diterangkan pengunaan tanda baca (;) terimakasih....

Penggunaan tanda titik koma (;)

1.  Tanda titik koma digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk  memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk setara.

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur; ayah mencuci mobil; dan saya belajar di kamar.

2.  Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan.

Contoh:

Syarat-syarat penerimaan calon karyawan di perusahaan ini:

a. berkewargaanegaraan Indonesia;

b. berijazah sarjana S-1;

c. berbadan sehat jasmani dan rokhani;

3. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.

Contoh:

Ibu membeli bayam, sawi, dan kenikir; dondong, salak, dan duku; beras, gula, dan teh.

 


Dra. Yurin Gagarin 8 Maret 2017 0:0

 

Ajukan Pertanyaan