• Daftar Pertanyaan yang telah dijawab


 
3915 Data founds

Penggunaan huruf yg dimiringkan itu bisa digunakan untuk apa saja ? Terima Kasih :)

Selamat malam Alsya.

 Huruf miring digunakan untuk beberapa hal, yaitu :

 1. Untuk menuliskan judul buku, nama majalah, atau surat kabar yang dikutip dalam tulisan, termasuk daftar pustaka.

Contoh : Cerpen saya dimuat dalam majalah Gadis.

                Saya membaca buku Menulis itu Mudah.

2. Untuk menulis kata atau ungkapan berbahasa asing atau daerah.

Contoh : Saat ini kita harus mengingat kembali semboyan bhineka tunggal ika. 

3. Untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata dalam kalimat.

Contoh : makna simbol menunjukkan taring adalah menunjukkan/memamerkan kekuasaan. 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
15-03-2017 ALSYARI GHEANANDA SAVITRI
15-03-2017 Yeti Yuliana

Selamat malam Bp/Ibu narasumber saya ingin bertanya. Tanda baca petik (") digunakan untuk apa saja? Terima kasih.

Selamat malam Rian.

Tanda baca petik (") digunakan dalam beberapa hal, antara lain :

1. Untuk mengapit  petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Contoh : Ibu berkata, "Segeralah berangkat."

2. Untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Contoh : Saya membaca "Pendidikan Literasi Membangun Bangsa" dalam koran Kompas.

3. Untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Contoh : Jangan memberikan "amplop" kepada petugas! 

 

 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
15-03-2017 Rian
15-03-2017 Yeti Yuliana

Pak,maksudnya banyak tali busur lingkaran pola ke-n itu gmana pak?pak.TJ

Mbak Aulia Maharani Dewi di meja belajar.

Materi yang anda tanyakan adalah tentang pola bilangan dengan permasalahan tentang banyaknya tali busur. 

Untuk lebih jelasnya bisa download pembahasan dari pertanyaan anda.
terima kasih.

 


Download

Pelajaran Matematika Kelas 9
13-03-2017 Aullia Maharani Dewi
15-03-2017 Dwi Purnomo, S.Pd.Si

Bu Yurin, kalau sebelum kata karena, meskipun, dan melainkan dikasih koma gak bu?

Adik Tressya yang cantik, selamat datang di KBS.

Apabila 'karena'di awal sebagai anak kalimat mendahului induk kalimat menggunakan tanda koma. Apabila 'karena' sebagai anak kalimat di belakang induk kalimat tidak diberi tanda koma.

Contoh:

Karena Ibu sedang sakit, saya tidak bisa datang ke pesta itu.

Saya tidak bisa datang ke pesta itu karena ibu sedang sakit. 

Kata tetapi, meskipun, melainkan sebagai penghubung pertentangan sebelumnya diberi tanda koma.

Contoh:

Bukan Johan yang mengambil uang itu, melainkan Jontor.

Demikian jawaban dari Ibu semoga Adik Tressya paham. Sukses UNBK!


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
13-03-2017 Tressya
13-03-2017 Dra. Yurin Gagarin

Bu Yurin, kalimat majemuk itu bagaimana dan seperti apa?

Adik Heni yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah pergi ke kantor ketika adik sedang makan pagi.

Demikian keterangan dari Ibu semoga Heni paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
10-03-2017 Heni
13-03-2017 Dra. Yurin Gagarin

Bu Yurin mau tanya tentang frase kalimat dan kalimat majemuk

Adik Aurat M.C. yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah bercerita bahwa nenek pergi ke Singapura kemarin.

Yang dimaksud frase adalah gabungan dua kata atau lebih yang tidak predikatif.

Contoh: 

         tua muda

         sedang makan

Demikian keterangan dari Ibu semoga Aurat M.C. paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
10-03-2017 auratmc
13-03-2017 Dra. Yurin Gagarin

Maksudnya kalimat majemuk itu gmna bu,contohnya..makasih bu.bu Yurin Gagarin

Adik Aullia Maharani Dewi yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah bercerita bahwa nenek pergi ke Singapura kemarin.

Demikian keterangan dari Ibu semoga Aulia paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
10-03-2017 Aullia maharani dewi
13-03-2017 Dra. Yurin Gagarin

Maksudnya kalimat majemuk itu gmna bu,contohnya..makasih bu

Adik Aullia Maharani Dewi yang cantik selamat datang di KBS Diknas. Kata majemuk adalah kalimat yang mempunyai lebih dari satu kalimat tunggal.

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang kedua bagiannya masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal.

Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk setara, yaitu:

a. penanda kalimat majemuk setara urutan (dan, lalu, serta,lantas,terus);

b. penanda kalimat majemuk setara berlawanan (namun, sedangkan, sebalaiknya, tetapi, melainkan);

c. penanda kalimat majemuk setara memilih (atau);

d. penanda kalimat majemuk setara sebab-akibat (karena);

e. penanda kalimat majemuk setara menguatkan (bahkan,malah, lagi pula)

Contoh:

Ibu memasak sayur di dapur dan ayah mencuci mobil di halaman.

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang mempunyai dua klausa yang tidak setara. Artinya di dalam kalimat itu terdapat induk kalimat dan anak kalimat yang ditandai dengan penggunaan kata penghubung.

 Kata penghubung untuk menandai kalimat majemuk bertingkat (ketika, apabila, andaikan, bahwa, kecuali, setelah, jika, agar, seakan-akan, sebab itu, bahwa, sambil, bila..., pasti, jika...,maka).

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

Ayah bercerita bahwa nenek pergi ke Singapura kemarin.

Demikian keterangan dari Ibu semoga Aulia paham. Sukses UNBK ya!  Amin!

 

 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
10-03-2017 Aullia maharani dewi
13-03-2017 Dra. Yurin Gagarin

Mengapa jeruk bali penulisannya kecil padahal jeruk ya besar

Adik Nabila Cantik,

perlu diketahui bahwa huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital dan dapat disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya.

Contoh:

Ibu menjual jeruk seperti, jeruk bali, jeruk siam, dan jeruk keprok.

Demikian jawaban dari Ibu, semoga paham. Sukses UNBK!


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
09-03-2017 Nabila
10-03-2017 Dra. Yurin Gagarin

Bu yurin mau tanya, tolong jelaskan penggunaan tanda baca (-) terimakasih

Adik Naila yang cantik, penulisan yang betul Bu Yurin.

Penggunaan tanda hubung (-)

1.  Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.

 Contoh:

          Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-           put laut. 

2. Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

Contoh:         21-04-1964  

                     m-a-t-a-h-a-r-i

3. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

Contoh:

            berulang-ulang

4. Tanda hubung dipakai untukmemperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.

Contoh:

            ber-evolusi

            mesin hitung-tangan

5. Tanda hubung dipakai untuk merangka

a.  se-dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa);

b. ke- dengan angka (peringkat ke-2);

c. angka dengan -an (tahun 1960-an);

d. kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital(hari-H, sinar-X);

e. kata dengan kata ganti Tuhan(ciptaan-Nya,rahmat-Mu)

f. huruf dan angka (D-3, S-1);

g. kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-ku, SIM-mu, STNK-nya).

Catatan:

Tanda hbung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.

Contoh: 

          P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)

LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan   Profesi Indonesia)

6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

Contoh :

            di-sowan-i  (bahasa Jawa 'didatangi')

            di-back up

7. Tanda hubung dipakai untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Contoh:

            Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.

Demikian jawaban dari Ibu, mudah-mudahan Adik Naila paham. Sukses UNBK!

        

 

 

                                                    

          

 


Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9
09-03-2017 Naila
10-03-2017 Dra. Yurin Gagarin